Bacajuga teks khutbah Idul Adha yang lain di sini. M Alvin Nur Choironi. Redaktur Islamidotco, alumni Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat kajian tafsir dan hadis. Beralamat di Twitter: @alvinnurch. Topik: idul adha Idul Adha 1443 H Ismail kemanusiaan khutbah idul adha Kurban Shalat Idul Adha Takwa. Ustaz Abdul Aziz, SH., SPd.I., MPd.ISekretaris Umum MUI Kota Bandar LampungWakil Ketua PCNU Kota Bandar LampungNb: Khutbah ini, hasil upload ulang tahun lal Hidayatullahcom-Sebentar lagi kaum Muslimin merayakan Idul Adha atau Idul Qurban. Terkait itu, Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H/2020M. "Dengan begitu, pelaksanaan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari Untukitu hadirin yang dimuliakan Allah, kita dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh, melaksanakan haji dan umroh, puasa sunnah terutama pada 9 Dzulhijjah, serta sholat id dan berkurban, memperbanyak doa dan zikir di hari Arofah, dan bagi yang berkurban sunnah baginya untuk tidak memotong rambut, kuku, dan bulu yang ada di badan. PesantrenHM Syarif Hidayatullah; Pesantren Darussa'adah; Pesantren Putri Assalamah; Pondok Cabang. Bacaan Bilal dalam Shalat Idul Adha. 21 Juli 2020. kang santri. 14 Comments. Khutbah. Khutbah Idul Fitri di Rumah. 24 Mei 2020. Muhammad Chozinul Fahmi. Maridalam rangkaian hari raya Idul Adha ini, kita menyisihkan sebagian harta kita untuk membantu saudara-saudara kita di Lombok yang sedang tertimpa musibah. Semoga mereka diberi ketabahan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi penderitaan. Serta semakin menambah keimanan kita kepada Allah ﷻ agar musibah ini segera berakhir dengan baik. Downloadmp3-nya gratis di Ustadz Muhammad As Sewed Khutbah Idul Adha 1433 Pemateri Al Ustadz Muhammad As Sewed Lokasi kajian di Belum diketahui-----Ustadz Hidayatullahcom—Seorang pengungsi Suriah yang memimpin shalat dan memberikan khutbah Idul Adha di Provinsi Edirne, dekat perbatasan Turki dengan Uni Eropa, mengimbau agar teman-temannya sesama pengungsi tidak pergi ke Eropa. "Jangan pergi ke Eropa. Kapan mereka menjadi saudara kita kaum Muslim? Pernahkah mereka menolong kita? Sebaliknya, mereka menjajah negara kita," kata Ilyas Ahmad Contohnaskah khutbah Idul Adha 2022 yang berjudul Sikap Rela Berkurban sebagai Bukti Cinta Sejati. Bisa dibaca oleh khatib setelah shalat Id usai. - Halaman all. Minggu, 24 Juli 2022; SeVrK8O. Dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya kita bisa belajar cara membentuk generasi harapan agama dan umat, demikian materi khutbah Idul Adha Oleh Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ .وقال أَيْضًا وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Alhamdulillah hari ini kita kembali hadir dalam perayaan Idul Adha. Kita kembali menapaktilasi jejak harum Nabi Ibrahim dan keluarganya. Mereka adalah insan-insan teladan sepanjang zaman. Al-Quran telah menegaskan قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.” QS Al-Mumtahanah 04 Dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya kita bisa belajar tentang cara membentuk generasi harapan agama dan umat, untuk masa kini dan masa depan. Tentu harus ada usaha sungguh-sungguh yang berkesinambungannya dalam mewujudkan generasi Ibrahim di tengah kehidupan kita. Banyak jejak sejarah yang ditorehkan Nabi Ibrahim semasa hidupnya. Al-Quran merekam dengan baik apa saja langkah-langkah yang pernah dilalui oleh beliau sehingga dinobatkan sebagai Khalilullaah Kekasih Allahﷻ. Sekurang-kurangnya ada enam ciri khas dari sosok Nabi Ibrahim yang patut kita jadikan ukuran dalam melahirkan generasi emas yang berkualitas. اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَللّٰهِ الْحَمْدُ Pertama, beliau adalah sosok yang kritis dalam mencari dan menerima suatu kebenaran. Kisah pergulatan beliau dalam memerangi sesembahan kaumnya salah satu contohnya. Beliau menunjukkan di mata kaumnya sendiri bagaimana berhala-berhala yang disembah itu, ternyata hanya onggokan batu yang tidak memiliki kekuatan apa-apa, bahkan ia tidak sanggup melindungi dirinya sendiri, apalagi melindungi diri orang lain. أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” QS Al-An’am 74 Sikap kritis Nabi Ibrahim ini perlu kita tiru. Jangan mudah menerima suatu ajaran atau paham sebelum kita teliti dengan seksama. Tidak semua pemikiran dan paham keagamaan, benar adanya. Ada yang menyeru kepada kesesatan dan kebinasaan. Seperti halnya kampanye normalisasi penyimpangan kelompok LGBT di tengah kehidupan masyarakat, layaknya hubungan suami-istri. Kedua, Nabi Ibrahim adalah sosok yang perilakunya berjalan beriringan dengan Islam. Beliau menyandarkan sikapnya kepada Islam. Jika apa yang akan dikerjakan sesuai dengan Islam, beliau lakukan. Dan jika tidak, maka beliau tinggalkan. Tidak peduli dengan cemoohan dan cacian manusia. Beliau hanya melakukan setiap langkah dan perbuatan jika selaras dan sejalan dengan tuntunan Islam. Seperti itulah sikap yang harus kita ambil. Di mana saja kita berada, jangan pernah merasa malu untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang Islam dengan semua keindahan ajarannya. Kita hidupkan syiar-syiar Islam di rumah, masjid, kantor, pasar, pabrik, dan lain sebagainya. Kita jadikan Islam sebagai tolak ukur sebelum memutuskan suatu perkara. Bangga sebagai orang Islam membuat kita akan selalu menunjukkan identitas keislaman di berbagai kondisi. Allahﷻ berfirman فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ “Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah.” QS. Ali Imran 64 اللهُ أَكْبَر اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، وَللّٰهِ الْحَمْدُ Kaum Muslimin yang Berbahagia Ketiga, memiliki ilmu dan prestasi. Tidak bisa dibantah bahwa persaingan yang semakin sengit antara yang hak dan batil harus dihadapi dengan ilmu yang mumpuni. Generasi Ibrahim layak kita jadikan proyek percontohan yang membangun kesadaran umat dalam berbagai aspek lewat jalur ilmu. Tingginya ilmu dan prestasi yang diraih oleh Nabi Ibrahim, disebutkan dalam firman Allahﷻ وَٱذْكُرْ عِبَٰدَنَآ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ أُو۟لِى ٱلْأَيْدِى وَٱلْأَبْصَٰرِ “Dan ingatlah hamba-hamba Kami Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” QS Shaad 45. Keempat, berani menghadapi risiko perjuangan. Mempertahankan idealisme sarat dengan tantangan dan rintangan. Hal inilah yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim. Demi mempertahankan iman dan Islam beliau rela berkorban bahkan dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar di dalam tumpukan kayu besar bak gunung. Keberanian Nabi Ibrahim dibalas oleh Allahﷻ dengan penyelamatan dari kobaran api. Allahﷻ berfirman قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ، قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ “Mereka berkata “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.” Kami Allah berfirman “Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” QS Al-Anbiya’ 68-69.* - Jelang hari raya Idul Adha, khutbah sholat Jumat akan berkutat pada kisah-kisah seputar hari raya kurban. Berikut adalah contohnya secara singkat yang bisa diterapkan menyambut Idul Adha 2023 beberapa pekan mendatang. Bagi Anda yang sedang mencari referensi Khutbah Idul Adha singkat, telah merangkum teks khutbah singkat mengenai “Pelajaran Utama Hari Raya” yang ditulis oleh Alif Budi Luhur dari laman NU Online. “Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil ham. Allahu akbar kabira wal hamdu lillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashîla, la ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyah, mukhlisina lahuddin wa law karihal kafirun. La ilaha illallâhu wahdahu shadaqa wa’dah. Wa nashara 'abduhu wa hazama al-ahzab wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.” Alhamdulillah rabbil alamin. Was shalatu was salamu ala sayyidil mursalin. Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Amma Ba’du. Baca Juga Jelang Program Tebar Hewan Kurban, Dompet Dhuafa - Hanamasa Bersinergi Kebaikan lewat Gathering Meat & Meet Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Hari Raya Kurban atau biasa kita sebut Idul Adha yang kita peringati tiap tahun tak bisa terlepas dari kisah Nabi Ibrahim sebagaimana terekam dalam Surat ash-Shaffat ayat 99-111. Meskipun dalam praktiknya, kurban sudah dilaksanakan sejak masa kehidupan putra Nabi Adam yakni Qabil dan Habil. Diceritakan bahwa kurban yang diterima adalah kurban Habil bukan Qabil. Bukanlah daging atau darah yang Allah SWT terima namun sebuah ketulusan hati dan ketakwaan dari si pemberi kurban. Dalam surat Al-Hajj ayat 37 berbunyi “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. QS. Al-Hajj 37 Meski sejarah kurban sudah berlangsung sejak generasi pertama umat manusia, namun syariat ibadah kurban dimulai dari cerita Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya yakni Nabi Ismail AS. Baca Juga Meski Merebak Penyakit LSD, Penjualan di Pasar Hewan Tanjungsari Sumedang Meningkat hingga 30 Persen, Begini Kata Kepala UPTD Sebagai informasi, Ismail merupakan seorang anak yang ia idam-idamkan setelah bertahun-tahun istrinya tidak segera memiliki buah hati. Dalam Surat ash-Shaffat dijelaskan bahwa semula Nabi Ibrahim berdoa “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang shalih.” Allah SWT memberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim AS dengan kelahiran seorang anak yang amat cerdas dan sabar. Ketika anak itu dewasa, Nabi Ibrahim AS diuji dengan sebuah mimpi. Ia berkata, "Wahai anakku, dalam tidur aku bermimpi berupa wahyu dari Allah SWT yang meminta aku untuk menyembelihmu. Bagaimana pendapat kamu?" Ismail menjawab, "Wahai ayahku, laksanakanlah perintah Tuhanmu. Insya Allah kamu akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar." Nabi Ibrahim AS membawa Nabi Ismail AS ke sebuah tumpukan pasir dan ia membaringkannya dengan posisi pelipis di atas tanah. Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat rahimakumullah, Atas kehendak Allah SWT, proses penyembelihan tersebut batal untuk dilaksanakan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam sebuah ayat, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian, yaitu Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim’. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” Hadirin yang terhormat, Ibadah kurban merupakan bentuk i’tibar atau pengambilan pelajaran dari kisah tersebut. Ada tiga pelajaran utama yang dapat ditarik dari kisah tersebut. Pertama, totalitas Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS mendapatkan ujian berat pada rasa bahagianya ketika sang buah hati hadir di rumah tangganya. Melalui perintah menyembelih anaknya, Nabi Ibrahim AS diperingatkan bahwa anak hanyalah titipan. Nabi Ibrahim AS lolos dari ujian dan membuktikan bahwa dirinya dapat mengalahkan egonya untuk mempertahankan nilai Ilahi. Sementara Nabi Ismail AS yang usianya masih muda mampu untuk membuktikan bahwa dirinya berbakti dan patuh atas perintah Allah SWT. Kedua, tentang kemuliaan manusia. Dalam kisah ini, umat muslim diingatkan untuk tidak menganggap mahal sesuatu bila itu untuk mempertahankan nilai-nilai ketuhanan. Di sisi lain, kita juga dihimbau untuk tidak meremehkan nyawa dan darah manusia. Penggantian Nabi Ismail AS dengan domba merupakan sebuah pesan pengorbanan dalam bentuk manusia yang ada pada tradisi kelompok pada zaman dahulu merupakan perbuatan yang diharamkan. Seluruh manusia diciptakan Allah SWT dalam kemuliaan. Membunuh dan menyakiti manusia diibaratkan membunuh manusia atau menyakiti manusia secara keseluruhan. Larangan mengorbankan manusia sebetulnya penegasan kembali tentang luhurnya kemanusiaan di mata Islam dan karenanya mesti dijamin hak-haknya. Ketiga, hakikat pengorbanan. Sedekah hewan kurban merupakan simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya. Pengorbanan merupakan manifestasi dan kesadaran kita sebagai makhluk sosial. Bagaimana jika masing-masing manusia memenuhi egonya dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain seperti mengorbankan sedikit waktu untuk mengantri tiket dan berhenti saat lampu merah. Di sinilah kita melakukan “penyembelihan” ego untuk menggapai kedekatan qurb kepada Allah, karena kurban adalah solidaritas sesama dan ketulusan murni untuk mengharap keridhaan Allah. Wallahu a’lam. Itulah khutbah Jumat Idul Adha 2023 singkat. Kontributor Nadia Lutfiana Mawarni